Rabu, 01 April 2015

Teori Sikap Akuntansi Keprilakuan



1.      TEORI KESEIMBANGAN SIKAP

Teori keseimbangan berkaitan dengan cara seseorang menata sikap terhadap orang atau benda dalam hubungannya satu sama lain di dalam struktur kognitifnya sendiri. Sebagian besar penulis biasanya memuji Fritz Heider (1946) dengan pernyataan pertamanya tentang teori konsistensi, meskipun konsep infomal itu dapat di telusuri kembali pada karya sebelumnya (lihat Keisler, Collins dan Miller, 1969). Sebagai seorang psikolog Heider peduli terhadap cara seseorang menata sikap terhadap orang dan benda dalam hubungannya satu sama lain di dalam struktur kognitifnya sendiri. Heider (1958) mengemukakan bahwa keadaan yang tidak seimbang menimbulkan ketegangan dan membangkitkan tekanan tekanan untuk memulihkan keseimbangan. Dia mengatakan bahwa "Konsep Keadaan Seimbang Menunjukan Sebuah Situasi Yang di dalamnya Unit-unit Yang Ada Dan Sentimen-sentimen Yang Di Alami "Hidup" berdapingan tanpa tekanan".

Paradigma Heider berfokus pada dua individu, seseorang (P), Objek analisis dan beberapa orang lain (O), dan objek fisik , gagasan, atau peristiwa (X). Fokus Heider adalah pada bagaimana hubungan diantara ketiga Entitas ini di organisasikan dalam benak seseorang (P). Heider memebedakan dua jenis hubungan di antara Ketiga Entitas ini, hubungan kesukaan (L) dan hubungan Unit (U). Dalam paradigma Heider, "Keadaan Seimbang Hadir Apabila Hubungan Ketiganya Positif Dalam Segala Hal Atau Apabila 2 Negatif dan 1 Positif". Semua Kombinasi lain adalah tidak seimbang.

Dalam konsep Heider, tingkat kesukaan tidak bisa diartikan kembali pada sebuah hubungan bisa positif atau negatif. diasumsikan bahwa sebuah keadaan seimbang adalah stabil dan menolak pengaruh-pengaruh dari luar. Keadaan tidak seimbang di asumsikan tidak stabil dan menciptakan ketegangan psikkologis dalam diri seseorang. Ketegangan ini "Mereda Hanya Apabila Perubahan didalam Situasi Tersebut Terjadi Sedemikian Rupa Sehingga Tercapai Keadaan Seimbang". Hal ini menentukan secara tepat ketertarikan komunikator pada teori tersebut karena dia menunjukan sebuah model perubahaan sikap dan penolakan terhadap sikap. Keadaan Yang tidak seimbang, sebagai keadaan yang tidak stabil, rentan untuk berubah menjadi seimbang. Keadaan seimbang, sebagai keadaan stabil, menolak keadaan.



2.      TEORI KONSISTENSI (KOGNITIF DAN AFEKTIF)

Teori konsistensi afektif-kognitif, secara umum berhubungan dengan namaRosenbergdan Abelson. Teori ini mengkonsentrasikan pada apa yang terjadi dalam diri individu dalam kaitannya dengan komponen-komponen afektif dan kognitif. Komponen afektif mengacu pada hal-hal yang dirasakan. Oleh karena itu, manakala kita berbicara tentang komponen kognitif; maka yang kita kaji adalah hal-hal yang berkaitan dengan objek sikap dan kaitan antara objek sikap tersebut dengan nilai-nilai yang dianut oleh seseorang. Isi teori ini menyatakan bahwa sikap berhubungan dengan nilai-nilai sentral, dan memberikan kerangka untuk menjelaskan korelasi antara sifat dasar dan kekuatan perasaan yang berkaitan dengan objek sikap di satu sisi, dan di sisi lain, dengan kepercayaan dan persepsi. (Applebaum dan Anatol, 1974). Dengan kata lain,Rosenbergmemfokuskan perhatiannya pada aspek yang terjadi dalam diri individu pada saat terjadi perubahan sikap.

Rosenberg(Applebaum dan Anatol, 1974) mengemukakan hipotesisnya bahwa hakikat dan kekuatan perasaan seseorang terhadap suatu objek sikap berhubungan dengan pengertian mengenai objek sikap tersebut.Rosenbergmempertegas hipotesis tersebut bahwa aspek afeksi positif yang kuat dan stabil terhadap suatu objek sikap tertentu, berhubungan dengan keyakinan akan tercapainya sejumlah nilai yang penting. Sebaliknya aspek afektif negative berhubungan dengan keyakinan bahwa hal itu  akan menjadi rintangan untuk mencapai nilai-nilai yang penting.

Kaitan antara komponen kognitif dan afektif, olehRosenbergdijelaskan sebagai berikut, bahwa apabila antara komponen kognitif dan komponen afektif bersifat konsisten satu sama lainnya, maka sikap seseorang akan berada dalam kondisi yang stabil. Sebaliknya, jika menunjukkan ketidakkonsistenan, maka sikap seseorang berada dalam kondisi tidak stabil. Kondisi tidak stabil akan membawa pada aktivitas reorganisasi yang spontan menuju pada kondisi tercapainyakonsistensi afektif-kognitif, atau menempatkan inkonsistensi yang tidak terselesaikan tersebut diluar batas kesadaran aktif. (Applebaum dan Anatol, 1974)

Hubungan antara sikap dan nilai-nilai merupakan aspek yang sangat penting sebagai target dalam komunikasi persuasif. Hal ini sebagaimana telah dibuktikan oleh Carlson (1956) melalui penelitiannya tentang hubungan antara sikap dan nilai serta potensinya sebagai target persuasi. Manipulasi eksperimen yang dilakukannya mencoba menunjukkan peragaan bahwa orang kulit hitam membolehkan tetangganya yang kulit putih untuk menggunakan fasilitasnya dengan empat nilai: Prestise Amerika di Negara lain, perlindungan terhadap nilai-nilai yang dimiliki, kesempatan yang sama dalam pengembangan pribadi, serta kebijaksanaan dalam pengalaman, orientasi ke luar negeri dan bersifat mendunia.

 Hasil penelitian tersebut mendukung pemikiran tersebut. Pendek kata, usaha-usaha persuasive dalam menghubungkan sikap dengan nilai dapat digantikan dalam menciptakan sikap baru (perubahan sikap), komponen kognitif yang baru, dan afeksi yang berbeda. (Applebaum dan Anatol, 1974).

Jika dikaitkan dengan dampak komunikasi persuasif, Cohen (1964) mengatakan bahwa “Akan diterima oleh seseorang (atau paling tidak akan dilihat olehnya dengan senang hati dan secara persuasive jika sikap itu tidak mengalami perubahan) secara sedikit demi sedikit dimana mereka menolong utnuk mengubah ketidakseimbangan kognitifnya. (Applebaum dan Anatol, 1974).
Pada dasarnya, pendekatan konsistensi afektif-kognitif memfokuskan dirinya pada konsistensi internal, dengan mengabaikan unsur perilaku dan faktor-faktor lainnya yang melengkapi atau menghalangi perubahan sikap.

3.      TEORI DISONANSI KOGNITIF

Teori Disonansi (Festinger, 1957; Brehm dan Cohen, 1962; Aronson, 1968) membahas tentang ketidakkonsistenan secara psikologis menegenai apa yang diketahui seseorang dan bagaimana mereka bertindak, serta bagaimana mereka memperlakukan ketidakonsistenan tersebut.

Kondisi Disonansi Kognitif, menurut Mar’at (1982) adalah “Keadaan dimana terdapat ketidakseimbangan psikologis yang diliputi oleh ketegangan diri yang berusaha untuk mencapai keseimbangan kembali”. Disonansi berarti “tidak seimbang”, sedangkan “konsonan” berarti “seimbang”. Disonansi disebabkan oleh adanya dua unsur kognisi yang saling tidak sesuai.

Unsur-unsur kognisi menurut Festinger (1957) adalah pengetahuan, pendapat atau kepercayaan terhadap lingkungan, tentang diri atau perilaku seseorang. Berhm dan Cohen (1962) mengatakan bahwa “pengetahuan berkaitan dengan perasaan, perilaku dan pendapat, seperti pengetahuan tentang penempatan obyek-obyek yang tepat, bagaimana cara memperolehnya, apakah orang lain mempercayainya, dan seterusnya, yang merupakan contoh unsur kognitif”. Dengan demikian, unsur-unsur kognisi tersebut meliputi: pengetahuan, pendapat dan keyakinan. Oleh karena itu, apabila pada diri seseorang terdapat ketidaksesuaian pada unsur kognitifnya, maka orang tersebut berada dalam ketegangan, sehingga terjadi ketidakseimbangan di dalam dirinya (Mar’at, 1982).

Mar’at (1982) menjelaskan bahwa konsep dasar Teori Disonansi Kognitif adalah “Terdapat variabel unsur kognitif, terapan, besarnya ketidakseimbangan dan tanggungjawab dari diri seseorang”. Dengan demikian, ketidakseimbangan pada diri seseorang dapat disebabkan oleh adanya perbedaan jumlah unsur kognitif yang seimbang dan tidak seimbang, dimana kedua hal tersebut sama pentingnya. Barangkali ilustrasi berikut dapat memperjelas konsep tersebut. Seorang ibu rumah tangga yang juga merupakan seorang mahasiswi memiliki pemikiran untuk menjadi mahasiswi yang berprestasi. Namun, hal ini akan membawa dampak, dimana tugas rumah tangganya harus dikorbankan. Di sisi lain, ia pun ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik. Namun, jika hal tersebut dilakukan, sebagai mahasiswi ia tidak akan berprestasi. Dalam kondisi demikian, ia akan dihadapkan pada tanggung jawab sebagai mahasiswi dan sebagai ibu rumah tangga. Kedua tanggung jawab tersebut sama besarnya dan sama pentingnya. Situasi demikian, mengakibatkan adanya ketegangan dalam diri orang tersebut, dan hal ini menimbulkan ketidakseimbangan (Mar’at, 1982).

Untuk menyelesaikan suatu konflik, harus dititikberatkan pada penyesuaian diri secara kognitif (cognitive adjustment). Melalui penyesuaian diri ini, akan terjadi keseimbangan kembali. Jika keseimbangan ini telah tercapai, maka berarti adanya perubahan sikap (Mar’at 1982).

Applebaum dan Anatol (1974) menjelaskan bahwa pemberian hadiah atau perlakuan hukuman dapat mengurangi disonansi oleh kesediaan individu untuk berubah dengan mendapatkan konsistensi.

Menurut Simons (1976) terdapat tiga diskrepansi/ketidaksesuaian yang dapat menyebabkan disonansi kognitif, yakni diskrepansi sikap-perilaku, ketidaksesuaian proposisi sumber, dan ketidaksesuaian komponen sikap.

4.      TEORI ATRIBUSI

Teori atribusi adalah bagaimana kita membuat keputusan tentang seseorang. Kita membuat sebuah atribusi ketika kita merasa dan mendeskripsikan perilaku seseorang dan mencoba menggali pengetahuan mengapa mereka berperilaku seperti itu.

Dalam buku Handbook of Human Resource Management Practice oleh Michael Armstrong pada tahun 2009, Heider (1958) berpendapat bahwa, “dalam kehidupan sehari-hari kita membentuk ide tentang orang lain dan tentang situasi sosial. Kita menginterpretasikan perilaku orang lain dan memprediksikan apa yang akan mereka lakukan apabila menghadapi sebuah situasi tertentu”

Penyebab seseorang memberikan atribusi kepada perilaku seseorang dapat dibedakan antara kekuatan seseorang untuk mencapai sesuatu dan efek dari pengaruh lingkungan. Kelley (1967) mendeskripsikan 4 kriteria yang kita gunakan untuk memutuskan apakah perilaku tersebut dapat diberikan atribut kepada seseorang bukan berasal dari penyebab eksternal (situasional) :
  1. Distinctiveness – perilaku dapat dibedakan dari perilaku orang lain saat menghadapi situasi yang sama
  2. Consensus – jika orang lain setuju bahwa perilaku diatur oleh beberapa karakteristik personal
  3. Consistency over time – apakah perilaku diulang
  4. Consistency over modality (cara dimana perilaku itu dilakukan) – apakah perilaku diulang pada situasi yang berbeda
Itulah beberapa cara dimana kita merasa dan membuat keputusan tentang seseorang, misalnya di bagaimana seseorang di lingkungan kerja.
Teori atribusi juga menekankan pada cara dimana seseorang berhasil melakukan atribusi atau gagal terhadap dirinya sendiri. Penelitian yang dilakukan oleh Weiner (1974) dan yang lain telah mengindikasikan bahwa ketika seseorang dengan kebutuhan akan achievement yang tinggi telah sukses, mereka mengangggap bahwa keberhasilan ini berasal dari faktor internal yaitu usaha dan kemampuan.
Orang dengan need of achievement yang tinggi akan cenderung menganggap kegagalan sebagai tindakan yang kurang usaha bukan karena tidak mampu. Sedangkan orang dengan need of achievement rendah akan menganggap kegagalan sebagai ketidak mampuan bukan karena kurang usaha.








Sabtu, 14 Februari 2015

Putri Huan Zhu

emm... sepintas mungkin kita akan mengingat masa kecil kita tentang apa yang pernah kita lihat ataupun yang pernah kita saksikan. salah satunya kegemaran  kita tentang menonton TV entah serial kartun ataupun serial drama yang mungkin belum cukup umur untuk layak ditonton. Tapi memang untuk saya pribadi lebih suka serial drama tentang sejarah seorang putri korea misalnya di Tahun 2014 kemaren saya mengidolakan "Jang Ok jung" 
Selain itu saya juga menyukai drama romantis asal india, seperti diawal tahun 2015 ini "Saraswatichandra" menarikku untuk menyukai india lagi :D


Tapi yang sekarang saya bahas adalah kisah Putri Huan Zhu... simak yuk :D



Cast

- Vicki Zhao as Xiao Yan Zi

- Ruby Lin as Xia Ziwei

- Alec Su as Yong Qi / Wu A Ge

- Zhou Jie as Fu Erkang

- Zhang Tie Lin as Kaisar Qianlong

- Fan Bing Bing as Jin Suo

- Dai Chun Rong as Permaisuri

- Li Ming Qi as Rong Mo Mo

- Juan Zi as Selir Ling

- Miao Hai Zhong as Sai Wei
- Lu Si Yu as Liu Qing
- Chen Yin aas Liu Hong
- Julian Chen Zhi Peng as Fu Er Tai
- Zhang Heng as Sai Ya

Huan Zhu Gege adalah kisah tentang seorang anak yatim piatu yang hidupnya berubah setelah ia tidak sengaja menjadi putri.

Perkenalan
Hal ini dimulai dengan kisah dua saudara perempuan bersumpah: yatim petualang Xiao Yanzi dan Ziwei, seorang wanita muda berbakat dengan sejarah yang menarik. Ziwei sebenarnya adalah anak tidak sah dari Kaisar Qianlong. Delapan belas tahun yang lalu, Qianlong berselingkuh dengan ibunya, Xia Yu Dia, di Danau Daming di Jinan. Karena alasan politik, Qianlong kiri Yu Dia, berjanji akan kembali untuknya. Namun, Yu Dia sudah mengandung anaknya dan menunggu dengan setia untuk kembali. Pada sekarat nya, Yu Dia meminta Ziwei untuk menemukan ayahnya, Qianlong. Dengan, dia hamba Jinsuo, Ziwei perjalanan ke Beijing, hanya untuk menemukan tantangan memasuki Istana. Ketika mencoba mencari jalan masuk, mereka bertemu Xiao Yanzi, seorang gadis pintar dan berani sekitar usia mereka. Setelah ditinggalkan di usia muda, Xiao Yanzi tinggal bersama teman-temannya Liu Liu Qing dan Hong di Da Zha Yuan. Ziwei dan Xiao Yanzi menjadi teman dekat, dengan Ziwei bergerak dalam dengan Xiao Yanzi saat ia kehabisan persediaan dan uang. Malam setelah mereka mengambil sumpah persaudaraan, Ziwei Xiao Yanzi mengatakan permintaan terakhir ibunya dan misi. Rahasia Ziwei adalah rahasianya, dan Xiao Yanzi setuju untuk membantu Ziwei, dan mereka berencana untuk bertemu Qianlong selama perjalanan berburu ke gunung setempat. Namun, pendakian terbukti menjadi tantangan bagi Ziwei lemah dan Jinsuo, dan Ziwei memutuskan sebagai gantinya untuk mengirim Xiao Yanzi sebagai utusan yang dapat dipercaya-nya. Dia memberi Xiao Yanzi penggemar dan lukisan, baik hadiah yang Qianlong memberikan Yu Dia tahun lalu. Di kekacauan berburu, Xiao Yanzi ditembak dengan panah oleh Pangeran Kelima Yongqi. Terluka dan hampir tidak sadar, Xiao Yanzi tidak bisa menjelaskan misinya kepada Qianlong, dan melihat Xiao Yanzi membawa kipas dan lukisan, ia menganggap Xiao Yanzi adalah putri Yu Dia. Ia memperlakukan Xiao Yanzi ramah saat ia menyembuhkan, dan telah memiliki masa kanak-kanak parentless, dia memutuskan untuk meminjam ayah Ziwei untuk beberapa hari. Namun, dia akan segera diatasi dengan perasaan bersalah. Sementara itu, Ziwei adalah panik khawatir tentang Xiao Yanzi, takut bahwa ia ditangkap dan dieksekusi sebagai pembunuh perempuan. Suatu hari, Ziwei melihat Xiao Yanzi memamerkan jalan-jalan dengan Qianlong dalam palaquin dengan judul Huan Zhu Gege dan percaya Xiao Yanzi telah menipunya. Terluka dan bingung, dia mengejar palaquin, berteriak-teriak nama Xiao Yanzi dan menyebabkan keributan. pengawal kaisar terburu-buru untuk menahan dia, tapi ketika Fu Erkang, salah satu pengawal Kaisar, mendengar petunjuk bahwa ia mungkin mengatakan yang sebenarnya, ia menyelamatkan nya. Keluarga Fu segera belajar kebenaran penuh.


Hidup di istana
Ziwei dan Jinsuo dibujuk oleh Fu untuk tinggal di rumah tangga Fu, Shi Xue Fu, sementara. Pada saat ini, Xiao Yan zi berbohong, jika tidak dia bisa dipenggal karena berbohong kepada kaisar jika kebenaran keluar. Karena keduanya Yongqi dan Ertai yang tergila-gila dengan Xiao Yan zi, mereka meminta Ziwei untuk tetap diam tentang rahasianya. Pelan pelan, Erkang dan Ziwei mulai jatuh cinta. Erkang menyadari bahwa pernikahan mereka adalah mustahil, namun, karena dia tidak bisa menikah Ziwei jika dia hanya memiliki status biasa. Sementara itu, Xiao Yan zi memiliki masalah sendiri di istana. perilaku aneh nya dan kurangnya rasa kesopanan dan menyinggung Ratu, dan satu hari, bahkan Qianlong menjadi kewalahan dengan ketidak taatan Xiao Yanzi dan terus terang. Xiao Yan Zi Dihukum Qianlong dengan dengan dua puluh pukulan meskipun permohonan dari Ling Fei, Yongqi, dan Ertai. Xiao Yanzi bermimpi dari melarikan diri dari kehidupan istana. Namun, Qianlong dan Xiao Yanzi segera memperbaiki hubungan dan bahkan menjadi dekat. kisah cinta antara Ziwei dan Erkang, orang tua Erkang's, Da Fu Ren dan Fu Jin, dengan hormat meminta Ziwei menyerah Erkang. Patah hati, Ziwei dan Jinsuo meninggalkan Xue Shi Fu tanpa pemberitahuan, meninggalkan Erkang, dan Erkang yang mengetahuinya langsung panik. Gagal dalam pencarian, ia meminta bantuan Xiao Yan Zi, yang menemukan di mana Zi wei dari Liu Qing dan Liu Hong. Ketika teman-teman akhirnya menemukan Ziwei, mereka memutuskan hal ini mungkin terbaik untuk menyelinap Ziwei ke istana sebagai hamba. Ziwei, bersama dengan Jinsuo, menikmati awal yang sangat baik di Istana. Meski hanya pembantu pengadilan, dia cepat menarik perhatian Qianlong dengan bakat, kecerdasan, dan kebaikan. Hal ini membangkitkan kecemburuan dari Ratu, yang dilihat Ziwei sebagai ancaman politik potensial. Dia diam-diam membawa Ziwei ke istana nya, Kunning Gong, dan menembus nya dengan jarum. Ziwei hampir mati tetapi diselamatkan oleh Qianlong, Xiao Yanzi, Erkang, Ertai, dan Yongqi. Insiden ini mengesankan Qianlong dengan kekuatan batin Ziwei, dan cintanya kepada Xiao Yanzi dan Ziwei menjadi sangat besar sehingga ia membawa mereka pada-Nya Wei Fu Chu Xing.


Traveling luar Beijing (Fu Wei Chu Xing)
Qianlong menggunakan waktu untuk menikmati hidup di luar istana. Berharap untuk mengungkapkan identitas yang sebenarnya Ziwei tanpa kemarahan kaisar, Erkang, Yongqi, dan rencana Ertai untuk mencari kesempatan untuk meminta pesanan khusus dari Qianlong, menjanjikan bahwa ia tidak akan pernah mengeksekusi Ziwei dan Xiao Yanzi. Selama perjalanan, perasaan antara Xiao Yanzi dan Yongqi mulai muncul. Yongqi telah mulai mengembangkan naksir Xiao Yanzi setelah menemukan dia tidak benar-benar adiknya. Namun, hubungan mereka adalah aneh karena mereka saat ini dianggap kakak adik. Ketika Yongqi pertama mengakui perasaannya kepada Xiao Yanzi, dia bingung dan bingung, tapi dengan cepat menjadi cemburu ketika cewek lain menyukai Yongqi. Dia kembali perasaan Yongqi, dan sementara itu, kisah cinta antara Ziwei dan Erkang tumbuh lebih dalam. Sayangnya, Qianlong, sadar teringat ibu Ziwei's, jatuh cinta dengan Ziwei juga. Sepanjang perjalanan, Xiao Yanzi perkelahian ketidakadilan, menyelamatkan banyak sipil. Qianlong 's Wei Fu Chu Xing tiba-tiba meletakkan berhenti ketika seorang wanita tua mencoba untuk membunuh kaisar. perisai Ziwei Qianlong dari pisau, dan meskipun yang lain menyingkirkan pembunuh, kerusakan dilakukan. Berpikir dia di ranjang-nya, Ziwei Qianlong tidak pernah meminta untuk melaksanakan Xiao Yanzi, yang ia setuju. Dia kemudian meminta Erkang untuk menikah dan dengan demikian menyediakan Jinsuo, hamba yang setia dan teman. Ajaibnya, Ziwei selamat dari penusukan, dan Qianlong mengagumi dia, lebih untuk keberanian yang luar biasa. Setelah kembali ke Istana, Qianlong petunjuk bahwa dia ingin mengambil Ziwei sebagai selir. Sementara itu, raja Tibet dan putrinya, Putri Saiya, telah tiba di Beijing.

Kedatangan Putri Tibet dan Kesimpulan
Saiya dan Xiao Yanzi cepat mengembangkan persaingan, karena kemampuan kung fu Saiya's membangkitkan perasaan persaingan. Setelah berperang melawan Erkang dalam sebuah pertandingan, Saiya mengembangkan naksir Erkang. Ayahnya bertanya Qianlong kalau dia bisa mengatur perkawinan antara Saiya dan Erkang. Qianlong Meskipun awalnya ditujukan untuk menyimpan Erkang untuk Xiao Yanzi, dia setuju, menciptakan dilema besar bagi Ziwei dan Erkang. di titik ini, Xiao Yanzi, Ziwei, Yongqi, Erkang, Ertai, dan Jinsuo memutuskan saatnya untuk mengungkapkan rahasia mereka. Qianlong terkejut menemukan Ziwei adalah putri sejati, seperti yang pernah dianggap mengambil dia sebagai selir. Dia terluka untuk mengetahui bahwa Xiao Yanzi dan Ziwei, dua orang yang paling ia percaya, telah menipunya. Ratu mengambil keuntungan dari situasi untuk memberitahu Qianlong bahwa ia selalu tahu ada sesuatu yang salah dengan Xiao Yanzi dan Ziwei. Di bawah tekanan dari Ratu, Qianlong setuju untuk memenjarakan Xiao Yanzi dan Ziwei di Zhong Ren Fu, meskipun Ling Fei mengaku bahwa ia reconsiders. Jinsuo, ingin risiko hidupnya daripada Ziwei's, bergabung dengan mereka. Berharap untuk menyelesaikan Xiao Yanzi dan Ziwei sekali dan untuk semua, Ratu bersekongkol dengan Liang Da Ren, orang yang bertanggung jawab atas Zhong Ren Fu. Dia memerintahkan dia untuk memaksa Xiao Yanzi, Ziwei, dan Jinsuo untuk menandatangani pernyataan bahwa mereka menyamarkan adalah untuk upaya untuk Qianlong pembunuhan. Menolak untuk menandatangani suatu dokumen konyol, tiga anak perempuan dicambuk kasar. Mengetahui bahwa ketiga tidak dapat bertahan lama dalam kondisi tersebut, Yongqi, Erkang, dan kehidupan risiko Ertai mereka dan masuk ke penjara untuk membebaskan ketiga gadis. Karena mereka telah melanggar hukum, enam memutuskan untuk melarikan diri selamanya. di saat yang sama, Qianlong mulai menyesali tindakannya. Dia menyadari betapa dia telah tumbuh untuk mencintai Xiao Yanzi dan Ziwei. petugas Nya dan Ling Fei juga mohon bahwa ia membebaskan mereka. Qianlong pergi ke Zhong Ren Fu dan memutuskan untuk membiarkan mereka pergi, tetapi terkejut bahwa mereka telah melarikan diri. Marah, Qianlong perintah bahwa mereka semua ditemukan dan mengeksekusi. Perasaan rasa bersalah timbul sebagai Xiao Yanzi dan rombongannya melarikan diri. Ertai memutuskan untuk kembali ke Istana dan menjelaskan hal-hal untuk Qianlong. Mengetahui bahwa Ertai kemungkinan besar akan dipenggal, Ziwei memohon bahwa mereka semua kembali dan bertatap wajah dengan Qianlong. Mereka segera setuju dan kembali ke Istana. Meskipun niat asli untuk memenggal kepala mereka semua, Qianlong yang patah hati untuk melihat bahwa tiga anak perempuan yang telah dicambuk. Ia memerintahkan mereka untuk kembali ke rumah mereka (Shu Fang Zai) di Istana untuk beristirahat, tetapi mereka menolak untuk pergi sampai dia telah mengampuni Yongqi, Erkang, dan Ertai. Pura-pura enggan pada awalnya, Qianlong segera mengakui seluruh masalah sebenarnya salahnya untuk terlibat dengan Yu Dia di tempat pertama. Seperti dia juga tidak tahan untuk membunuh orang favoritnya, ia mengampuni mereka semua. Pada Shu Fang Zai, Qianlong mengakui Ziwei sebagai putrinya. Dia tangan-feed obatnya dan berbagi dua pelukan ayah-anak. Meskipun tidak darah bangsawan, Xiao Yanzi gelarnya terus sebagai Putri Huan Zhu tercinta. Hanya sang Ratu dan Rong Mo Mo tidak senang dengan perkembangan tersebut. Ratu menegur Qianlong karena ditipu oleh beberapa gadis delapan belas tahun. Qianlong mengabaikan dan pertanyaan-pertanyaan di atas keterlibatannya dalam bersekongkol melawan gadis-gadis. Marah, Qianlong perintah sang Ratu dan mencabut segera Mo Mo Rong untuk Zhong Ren Fu. Yongqi Qianlong memohon untuk mempertimbangkan kembali: tidak patut untuk menghukum Ibu Negara. Dalam keputusasaan dan kemarahan yang tidak lagi menganggap Qianlong pikirannya, Ratu potongan gunting di dekatnya dan bagian memotong rambut wanita itu, berniat untuk melarikan diri ke kehidupan monastik Buddhis. Ziwei memohon belas kasihan atas nama mereka, berharap untuk berdamai dengan Ratu. Qianlong mengalah, dan persaingan tampaknya rintangan telah berakhir .Usulan antara Saiya dan Erkang, dipecahkan ketika pengadilan memutuskan Ertai dan Saiya menikah. Cerita ini diakhiri dengan sebuah upacara, di mana Ziwei diproklamasikan Ming Zhu Gege (明珠 格格, lit. Putri Bright Pearl). Qianlong juga mengumumkan pertunangan antara Xiao Yanzi dan Yongqi, Ziwei dan Erkang, dan Ertai dan Saiya. Ketiga pasangan dan Jinsuo akhir seri dengan menunggangi kuda melalui pedesaan, bernyanyi dengan sukacita